DKI Jakarta Lirik Sektor Peternakan di Sultra, Siapkan Investasi Rp 2 Triliun

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menjalin kerjasama dengan Pemprov Sulawesi Tenggara (Sultra) di sektor peternakan. DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 triliun untuk mewujudkan rencana itu. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra Budianti Kadidaa mengatakan, dalam waktu dekat ini, Ketua DPRD DKI Jakarta beserta sejumlah anggotanya dijadwalkan berkunjung ke Sultra. Mereka hendak melihat secara langsung kawasan yang direncanakan sebagai lokasi investasi. Kawasan peternakan sapi milik Pemprov Sultra yang berada di Wawolemo, Kabupaten Konawe, direncanakan menjadi lokasi pengembangan dan penggemukan sapi. Sebagai persiapan kunjungan, kadistanak bersama dengan anggota Komisi II DPRD Sultra Abdul Rahman Rahim turun langsung meninjau Ranch Wawolemo, Rabu (2/9/2020). “Rencana investasi ini merupakan bentuk komitmen dan keseriusan Bapak Gubernur untuk memajukan sektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan daging baik masyarakat Sultra sendiri maupun masyarakat Indonesia secara umum. Distanak selaku pelaksana teknis siap bekerja keras dalam menyukseskan investasi ini,” jelas Budianti di kantornya, Kamis (3/9/2020). Dijelaskan, kerjasama investasi diproyeksikan akan mensuplai kebutuhan sapi DKI Jakarta sebanyak 1.000 – 1.200 ekor sapi setiap empat bulan. Pasokan sapi ini berasal dari pemeliharaan yang berpusat di Ranch Wawolemo, dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Kadistanak menambahkan, investasi tersebut akan memberikan banyak manfaat bagi Sultra. Sarana prasarana di Ranch Wawolemo akan dibangun, sumber daya manusia yang bekerja akan ditingkatkan, dan akan terjadi penyerapan tenaga kerja seiring dengan meningkatknya kapasitas peternakan. Selain itu, kerjasama investasi ini juga akan menciptakan kestabilan harga sapi, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika terjadi lonjakan permintaan daging, misalnya pada hari raya keagamaan. Luas areal ranch Wawolemo mencapai 544 hektar. Kawasan yang saat ini dianfaatkan baru sekitar 150 hektar. Rencananya, realisasi kerjasama ini akan dimulai pada tahun 2021 mendatang.***