Img BANK SEKOLAH, KELAS INDUSTRI, TEACHING FACTORY, DAN KANTIN SEHAT SMKN 1 KENDARI

BANK SEKOLAH, KELAS INDUSTRI, TEACHING FACTORY, DAN KANTIN SEHAT SMKN 1 KENDARI

GUBERNUR SULTRA MERESMIKAN KEGIATAN BANK SEKOLAH, KELAS INDUSTRI, TEACHING FACTORY, DAN KANTIN SEHAT DI SMKN 1 KENDARI. SENIN, 2 SEPTEMBER 2019.

Ketatnya persaingan dalam dunia kerja menuntut adanya kualitas sumber daya manusia yang memadai sesuai dengan standar kompetensi yang dimiliki. Sementara itu, jumlah lulusan baik tingkat pendidikan tinggi maupun menegah kejuruan terus meningkat sedangkan keterserapan lulusan SMK pada dunia industri khususnya di Kota Kendari masih sangat minim (di bawah 5%) dari total lulusan setiap tahunnya.

Keadaan ini disebabkan karena masih banyak SMK di Sultra yang belum cukup memiliki kemampuan untuk menyiasati kebutuhan pasar, terutama terhadap lulusan yang dibutuhkan dunia kerja.

“Seharusnya SMK lebih memperkuat jaringan dengan dunia industri, memahami apa yang mereka butuhkan, baru kemudian membuat kurikulum pembelajaran,” tegas Gubernur.

Fakta di lapangan mengindikasikan keadaan bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kejuruan berjalan dengan programnya sendiri, di sisi lain dunia kerja/industri dan asosiasi profesi sering mengeluh bahwa kualitas tenaga (lulusan), belum memenuhi tuntutan keahlian (kompetensi) yang diharapkan. Gejala missmatch seperti ini pada akhirnya melahirkan lulusan yang tidak berkualitas.

Oleh karena itu, Gubernur sangat mengapresiasi dan memberi penghargaan atas kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Sultra, khususnya SMKN 1 Kendari, yang telah melibatkan dunia usaha dan dunia industri dalam melakukan revitalisasi sekolah menengah kejuruan.

Dengan adanya kegiatan bank sekolah, kelas industri, teaching factory, dan kantin sehat sekolah maka keterampilan calon lulusan SMK akan semakin terasah dan dapat menjawab kebutuhan dunia industri di kemudian hari sehingga menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas.

Komentar