Img KONGRES INTERNASIONAL III BAHASA-BAHASA DAERAH SULAWESI TENGGARA

KONGRES INTERNASIONAL III BAHASA-BAHASA DAERAH SULAWESI TENGGARA

Kongres Internasional III Bahasa-bahasa Daerah Sulawesi Tenggara diselenggarakan di Hotel Claro Kendari. Senin, 2 September 2019.

Sulawesi Tenggara termasuk dalam wilayah Indonesia bagian tengah dan terdiri dari banyak kepulauan dengan potensi sumber daya yang melimpah, baik alam, manusia, maupun budayanya. Dari keanekaragaman budaya itulah muncul keanekaragaman etnis sehingga menimbulkan keanekaragaman bahasa daerah.

Keanekaragaman bahasa tersebut dijaga, dipelihara, dan dilestarikan dengan dukungan dan dorongan dalam pelaksanaan kegiatan upacara adat, baik ritual kemasyarakatan maupun agenda budaya rutin lainnya yang pada dasarnya tidak terlepas dari penggunaan bahasa daerah dalam berbagai aktivitas untuk mewujudkan jati diri dan simbol daerah.

Dengan mengangkat tema "Peran Bahasa dan Sastra Daerah sebagai Negosiasi Budaya dalam Menciptakan Perdamaian Bangsa", kongres ini memberi makna dan manfaat bagi Sulawesi Tenggara, diantaranya:
Pertama, Sultra akan semakin dikenali baik di dalam tanah air maupun mancanegara.
Kedua, Sultra dapat dijadikan penarik minat peneliti dan pemerhati budaya dan bahasa.
Ketiga, kegiatan ini menjadi penunjang dan pendukung kunjungan wisata di Sultra.

Kongres ini melibatkan pakar dan pemerhati bahasa tingkat nasional dan internasional. Para peserta kongres berasal dari mancanegara, perguruan tinggi, dan pemerhati bahasa di tanah air. Dan kegiatan ini dilangsungkan selama tiga hari dari tanggal 2 sampai 4 September 2019.

Salah satu langkah pemerintah untuk memelihara bahasa daerah adalah dengan membangun pusat informasi dan dokumentasi terlengkap yaitu perpustakaan bertaraf internasional sebagai pendukung sumber daya manusia yang unggul. Melalui pusat informasi dan dokumentasi diharapkan pemeliharaan naskah-naskah sejarah yang menjadi simbol dan dokumen sejarah, khususnya Sulawesi Tenggara dapat terjaga dengan baik.

Komentar