Img RAPAT PARIPURNA DPRD PROV. SULTRA DENGAN AGENDA MENDENGARKAN PENJELASAN GUBERNUR ATAS RENCANA PINJAMAN DAERAH

RAPAT PARIPURNA DPRD PROV. SULTRA DENGAN AGENDA MENDENGARKAN PENJELASAN GUBERNUR ATAS RENCANA PINJAMAN DAERAH

Rapat Paripurna DPRD Prov. Sultra dengan agenda Mendengarkan Penjelasan Gubernur atas Rencana Pinjaman Daerah diselenggarakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Prov. Sultra. Senin, 2 September 2019.

Pemprov Sultra pada tahun 2019 merencanakan untuk melakukan pinjaman daerah dengan pertimbangan sebagai berikut:
Pertama, adanya keterbatasan fiskal pemerintah daerah untuk membiayai proyek-proyek strategis dan prioritas daerah dalam mencapai visi dan misi pembangunan daerah tahun 2018-2023.
Kedua, adanya tuntutan aksesibilitas dan pelayanan yang lebih efisien dari segi sosial, sedang dari segi ekonomi jika pinjaman dilakukan pada saat ini dapat menguntungkan karena adanya keuntungan preferensi waktu, dampak inflasi serta eksalasi kenaikan harga-harga secara umum pada masa-masa yang akan datang.
Ketiga, keberhasilan pemerintah daerah meningkatkan pendapatan daerah tahun 2018. Kondisi ini semakin meyakinkan pemerintah daerah untuk berinisiatif melakukan pinjaman dalam rangka percepatan program-program strategis.
Keempat, keuangan pemerintah daerah masih sanggup melakukan pinjaman karena rasio kemampuan mengembalikan pinjaman terhadap APBD masih dalam batas aman.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka pemerintah daerah merencanakan pinjaman daerah sebesar Rp 1,915 trilyun dengan masa pengembalian pinjaman direncanakan selama 5 tahun. Dengan grace period selama 2 tahun.

Adapun pinjaman ini digunakan untuk membiayai proyek pembangunan jalan Toronipa-Kendari, pembangunan rumah sakit jantung dan pembuluh darah bertaraf internasional, dan pembangunan perpustakaan bertaraf internasional di Sulawesi Tenggara.

Gubernur menyadari pemerintah daerah memiliki keterbatasan untuk mempercepat pembangunan daerah sehingga membutuhkan partisipasi dari semua pihak. Bila ada pihak yang belum setuju, Gubernur meminta untuk saling menyatukan persepsi karena semua ini dilakukan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan daerah serta demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang aman, maju, sejahtera, dan bermartabat.

Komentar