Img Sosialisasi Instruksi Presiden RI Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN Lingkup Dinas Kominfo Sultra

Sosialisasi Instruksi Presiden RI Tentang Rencana Aksi Nasional P4GN Lingkup Dinas Kominfo Sultra

Kendari - Sosialisasi Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 tahun 2018 Tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kegiatan Hari Anti Narkotika Internasional yang dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Tenggara pada bulan Juni yang lalu, melalui pemerintah Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika yang di laksanakan disetiap OPD Provinsi Sultra dan saat ini berlangsung Kegiatan Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika berlangsung di Dinas Kominfo Prov Sultra.

Dalam kegiatan ini pihak penyuluh BNN Prov. Sultra memperkenalkan narkoba jenis baru kepada ASN di Dinas Kominfo Sultra, agar para ASN lebih berhati-hati dan lebih waspada dengan lingkup pergaulan di masyarakat yang mengkonsumsi narkoba.

Kegiatan kerja sama antara Dinas Kominfo dan BNN ini dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kominfo Syaiful, SE.,M.Si, pejabat, serta staf Dinas Kominfo Sultra dan dilaksanakan di Aula Rapat Dinas Kominfo pada Jumat (12/7/2019).

Melalui kegiatan pengenalan narkoba tersebut, menurut dia, maka para ASN tersebut dapat terhindar dari dari obat-obat yang sangat berbahaya itu.
"Kemudian, kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia terutama di Kota Kendari dapat sangat memprihatinkan karena Kota Kendari menjadi lahan subur untuk peredaran narkoba saat ini ," ujar Muhammad Syarif Ramba.

Peningkatan pengguna narkoba tersebut, dikarenakan masih banyaknya penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia dan Tiongkok masuk ke Indonesia melalui jalur laut dan pulau-pulau terpencil yang ada di Indonesia termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara .

"Bahkan, barang terlarang tersebut dibawa melalui kapal oleh sindikat jaringan narkoba, dan sulit dipantau oleh petugas kepolisian dan BNN," ucap dia.

Muhammad Syarif menyebutkan, di wilayah Kendari jenis sabu-sabu tersebut masuk melalui Pelabuhan dan bandara melalui kurir bandar narkoba.

Untuk itu Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Kominfo Sultra sebagai OPD yg dapat memberikan informasi tentang bahaya narkoba ke masyarakat sangat dibutuhkan, agar masyarakat memahami tentang bahaya narkoba yang menghancurkan masa depan bangsa dan negara.

Fotografer : Diskominfo

Komentar